Republik Irlandia dipastikan satu grup dengan Israel di UEFA Nations League 2026. Hasil undian menempatkan keduanya di Grup B3 League B bersama Austria dan Kosovo, dengan dua pertemuan dijadwalkan pada September dan Oktober mendatang.
Namun keputusan Federasi Sepakbola Irlandia (FAI) untuk tetap memainkan laga tersebut memicu kontroversi. FAI menyatakan mereka akan mematuhi aturan UEFA demi menghindari sanksi berat, termasuk kemungkinan diskualifikasi dari kompetisi.
Dalam pernyataannya, FAI menegaskan bahwa regulasi UEFA menyebutkan tim yang menolak bermain akan dianggap kalah dan bisa menghadapi tindakan disipliner tambahan.
Sikap ini menuai kritik karena dinilai bertentangan dengan keputusan internal sebelumnya. Pada November lalu, mayoritas anggota FAI—93 persen—mendukung mosi agar Israel diboikot dari berbagai kompetisi UEFA terkait situasi konflik di Gaza.
Pengacara FAI, Stuart Gilhooly, menyebut adanya inkonsistensi jika Irlandia tetap bertanding sementara sebelumnya mendukung sanksi terhadap Israel.
“Jika kami konsisten, maka kami harus mempertahankan sikap bahwa pertandingan ini seharusnya tidak dilanjutkan,” ujarnya.
Ia pun menyarankan agar isu tersebut dibawa kembali ke rapat umum FAI untuk menentukan sikap resmi, apakah tetap pada keputusan sebelumnya atau menyesuaikan dengan situasi saat ini.
Kontroversi ini menempatkan FAI dalam posisi sulit antara kepatuhan terhadap regulasi UEFA dan tekanan moral dari hasil voting internal mereka sendiri.