Juventus F.C. menghadapi misi berat saat menjamu Galatasaray S.K. pada leg kedua play-off 16 besar Liga Champions UEFA. Defisit tiga gol harus dikejar jika Bianconeri ingin menjaga asa lolos ke fase berikutnya. Salah satu kunci yang diyakini bisa membuka peluang comeback adalah mencetak gol cepat dalam 20 menit pertama.
Pada pertemuan pertama di Istanbul, Juventus tumbang 2-5. Situasi makin sulit setelah Juan Cabal menerima kartu merah di menit ke-67, memaksa tim bermain dengan 10 orang di fase krusial pertandingan.
Kini, Allianz Stadium menjadi panggung penentuan, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Pasukan arahan Luciano Spalletti wajib menang dengan selisih empat gol di waktu normal untuk memastikan kelolosan tanpa harus melalui perpanjangan waktu.
Mantan pelatih Timnas Italia, Cesare Prandelli, menegaskan bahwa sepak bola selalu menyimpan ruang bagi kejutan. Ia menilai Juventus tetap punya peluang membalikkan keadaan, meski lawan diperkuat striker tajam seperti Victor Osimhen.
Prandelli mengakui mencetak tiga hingga empat gol tanpa kebobolan bukan perkara ringan. Namun ia mengingatkan, tak banyak yang menyangka Galatasaray mampu memborong tiga gol dalam 45 menit pada leg pertama. Menurutnya, Juventus juga bisa melakukan hal serupa—terutama jika mampu unggul cepat yang akan mengubah tekanan psikologis di lapangan.
Meski begitu, performa Juventus di Liga Champions dalam beberapa musim terakhir memang kurang meyakinkan. Dalam empat hingga lima edisi terakhir, langkah Si Nyonya Tua kerap terhenti lebih awal, termasuk musim lalu yang kandas di fase play-off 16 besar.
Kini, segalanya bergantung pada mentalitas dan efektivitas. Gol cepat bisa menjadi percikan api kebangkitan—atau justru sebaliknya.